Dampak UU Omnibuslaw Terhadap UMKM di Indonesia

Written by Yaya

Dampak UU Omnibuslaw Terhadap UMKM di Indonesia

UU Cipta Kerja kini telah resmi diundangkan dengan nomor UU Nomor 11 tahun 2020. UU ini disahkan pada 2 November 2020 oleh Presiden Joko Widodo. Salinan UU Cipta Kerja juga telah diunggah di situs resmi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Sekretariat Negara (JDIH Setneg) diakses oleh Accuratepreneur.id pada kamis (5/11/2020)

Disamping pro kontra mengenai UU Cipta Kerja, sebenarnya UU ini berdampak apa terhadap kehidupan UMKM di Indonesia sendiri ? mengingat pertumbuhan UMKM di Indonesia terbilang cukup pesat. Sebelum Covid-19 menyakit perekonomian di seluruh dunia tanpa terkecuali Indonesia pertumbuhan UMKM di Indonesia terus merangkat naik tiap tahunya.

Banyak Kontra terkait UU Cipta Kerja ini, salah satunya bagi aspek ekonomi. Bagi perkembangan UKM sendiri, ditakutkan UU Cipta Kerja ini merugikan.

baca juga Cara Gampang Membuat Laporan Keuangan bagi UMKM

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianti mengungkapkan bahwa UU Omnibuslaw Cipta Kerja (Ciptaker) akan memperkuat aspek legal dari UMKM yang selama ini tidak memiliki legal standing atau dasar

“Tadinya kan (UMKM) tidak punya badan hukum, badan usaha. Sekarang dalam Undang-Undang Ciptakerja itu diciptakan perusahaan perseorangan.”

Selama ini UMKM tidak diberikan tempat layak, oleh sebab itu poin-poin ini yang perlu medapatkan perhatian serius, salah satunya adalah minimal 30 persen UKM diberikan tempat usaha dan pengembangan usaha serta tempat promosi agar bisa masuk ke infrastruktur publik”

UMKM sendiri memberikan sumbangsih hampir 60% terhadap Produk Domestik Bruto, namun sayangnya sebanyak 60% dari total UMKM fokus pada sektor perdagangan, dimana sektor perdagangan saat ini mulai terkikis omzet nya lantaran pandemi Covid-19.

Dengan latar belakang diatas penting bagi omnibuslaw untuk memberikan insentif bagi perusahaan yang mau mendampingi UMKM untuk naik kelas. Selain perusahaan,insentif juga perlu diberikan kepada UMKM yang tertarik untuk bekerja sama.

Menurut  Ekonom senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani yang dkutip dari katadata.co.id kolaborasi perusahaan besar dengan UMKM masih sedikit jumlahnya di Indonesia sekitar 2-5 %. Padahal, tanpa pendampingan secara berkesinambungan UMKM akan mengalami penuruan kualitas.   

dapatkan update informasi terbaru seputar bisnid dan pembukuan di channel youtube Accuratepreneur

 

Yaya
SITI NURHAYATI S.I.Kom
Journalism
Master of Ceremony

About the author

Yaya

SITI NURHAYATI S.I.Kom
Journalism
Master of Ceremony

Leave a Comment